Beras Subsidi Dijual Rp 60.000 Per Karung

banner 468x60

MahesaMediaCenter, Beltim – Mahalnya harga beras premium di pasaran membuat banyak pihak yang ingin mengambil keuntungan. Salah satunya dengan menaikkan harga jual beras bersubdi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) milik Perum Bulog.

Beras yang dulu kurang diminati ini, saat ini sedang naik daun. Harga eceranya pun melonjak dari Rp53.000 hingga Rp55.0000 menjadi Rp60.000 untuk karung 5 kilogram.

Padahal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) penjualan Beras SPHP ini di ke konsumen hanya Rp11.500 perkilogram atau Rp57.500 untuk karung lima kilogram. HET ini hanya untuk Pulau Belitung atau di bawah koordinasi Kantor Perum Bulog Belitung.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Pembantu Belitung, Gusdi Pramana mengatakan akan menindak setiap agen atau rekanan yang kedapatan menjual beras SPHP di atas HET. Bahkan Perum Bulog akan memutus kontrak dengan toko.

Jika terbukti beras itu berasal dari rekanan Bulog, kita akan ada pemutusan kerjasama dari kami. Itu sanksi untuk toko yang tidak taat aturan,” tegas Gusdi melalui What’sapp kepada Diskominfo Beltim, Kamis (7/3/24) Sore.

Gusdi pun meminta agar warga yang ingin membeli beras bersubsidi dapat membelinya secara resmi di toko-toko yang sudah menjalin kerjasama dengan Perum Bulog. Hal ini untuk menghindari agar tidak terjadi permainan harga.

“Silahkan nanti kalau ada toko yang jual di atas harga HET bisa melaporkan kepada kami atau Pemda. Kita akan tindak,” ujar Gusdi.

Terkait ketersedian beras bersubsidi untuk Pulau Belitung, Gusdi menyatakan stok dan harga masih aman dan terkendali. Bahkan untuk menyambut Lebaran ini Perum Bulog akan menambah posokan beras kembali.

“Untuk ketersediaan stok beras di Bulog Cabang Belitung aman dan cukup untuk satu bulan ke depan. Kita akan melakukan penambahan stok lagi sebanyak 2.000 ton di untuk Maret dan April ini secara bertahap,” ungkap Gusdi. (ramli).

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *