Menimbang Calon Pemimpin Talaud Kedepan

banner 468x60

MahesaMediaCenter, Sulut – Pasca Pilpres dan Pileg 14 Pebruari 2024 lalu, kini masyarakat Indonesia akan disibukkan lagi dengan agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota dan Wakil Walikota, yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Kamis 21/03/2024

Sesuai agenda KPU, pelaksanaan pemilihan kepala Daerah tsb, akan digelar pada bulan November 2024 nanti. Berbagai persiapan mulai dilakukan termasuk jadwal penyelenggaraan Pilkada tsb, sudah ditetapkan.

Demikian halnya dengan masyarakat yang ada di Kabupaten Talaud, mulai mengadakan persiapan untuk menyelenggarakan agenda penting tsb. Berbagai partai politik dan organisasi kemasyarakatan, LSM, dan masyarakat secara individu maupun kelompok, mulai mencari figur yang bakal diusung untuk memimpin daerah paling Utara di Provinsi Sulut tsb.

Seperti diketahui bersama bahwa Kabupaten Kepulauan Talaud adalah salah satu kabupaten bahari (kepulauan) di Indonesia, yang letaknya persis diujung paling Utara Provinsi Sulawesi Utara. Dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Philipina, sehingga sering juga disebut sebagai daerah perbatasan atau daerah terluar. Namun sekarang namanya dibuat lebih baik, yaitu sebagai “beranda” NKRI di samudera Pasifik.

Posisi strategis Kabupaten kepulauan Talaud sebagai “beranda” NKRI di bibir Pasifik tsb, menjadikan kabupaten Talaud sebagai salah satu primadona dalam strategi pembangunan nasional. Ada dua Pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah pusat di daerah perbatasan ini, yaitu security aproach (pendekatan pada aspek keamanan) dan prosperity aproach (pendekatan pada aspek kesejahteraan) khususnya di bidang sosial- ekonomi. Namun sejauh ini belum memperlihatkan tanda-tanda yang menggembirakan, karena kabupaten kepulauan Talaud sampai hari masih menyandang status sebagai daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Bagaimanakah calon pemimpin kabupaten kepulauan Talaud kedepan? Inilah yang menjadi pertanyaan penting yang harus dijawab dan menjadi bahan perenungan bagi para pemimpin di kab. Talaud dewasa ini.

PALING TIDAK ADA TIGA KRITERIA YANG MESTI DI MILIKI CALON PEMIMPIN KABUPATEN TALAUD KE- DEPAN

Disadari bersama bahwa perkembangan dan kemajuan kabupaten Kepulauan ke depan sangat ditentukan oleh siapa yang akan pemimpin daerah perbatasan tsb, pada lima tahun akan datang. Oleh karena itu, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Talaud pada November 2024 ini, merupakan momentum yang sangat strategis bagi masa depan kabupaten Talaud tsb.

Tiga Kriteria calon pemimpin Talaud tersebut adalah:

(1). MEMAHAMI CITA-CITA AWAL PERJUANGAN MASYARAKAT TALAUD.

Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa cita-cita awal pembentukan kabupaten Talaud oleh para tokoh pendiri kabupaten Talaud adalah untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Talaud.

Kondisi keterbelakangan kehidupan sosial ekonomi pada masa yang lalu, kesulitan serta penderitaan yang dialami oleh orang-orang Talaud pada waktu yang lampau, telah melahirkan sejumlah dorongan (motivasi) untuk berjuang dan bekerja keras agar bisa keluar dari kondisi penderitaan tsb, sehingga dapat berdiri sejajar dengan rakyat di tempat yang lain di bumi Nusantara ini.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat Talaud sudah dapat “menegakkan kepala”, karena antar lain, putra-putri terbaik Talaud sudah banyak yang menyandang gelar sarjana (S1), S2, bahkan sampai ada S3 (tingkat Doktoral). Tingkat pendidikan yang semakin baik tsb, akan menjadi modal utk membangun daerah perbatasan tsb.

Indonesia telah merdeka pada thn 1945, namun rakyat Talaud belum merdeka sebenarnya, entah karena penindasan suku bangsa lain atau karena nasib yang harus dialaminya. Salah satu jalan keluar dari penderitaan itu adalah mengambil alih kepemimpinan dan memberikan “ruang” kepada putera putri terbaiknya untuk dapat memimpin daerahnya sendiri. Hanya dengan jalan demikian, maka ada harapan untuk mencapai kesejahteraan bagi rakyat di daerah perbatasan tsb.

Karena itu kriteria bagi seorang pemimpin daerah kabupaten Talaud adalah memahami pergumulan yang dialami oleh masyarakat yang di daerah perbatasan tsb. Terutama dapat memahami semangat awal yang melandasi gerakan perjuangan pendirian kabupaten Talaud tsb. Dengan memahami jiwa (roh) perjuangan tsb, maka dia dapat melakukan perubahan (transformasi) serta meletakkan kembali dasar dan arah pembangunan kab. Talaud pada jalur yang sebenarnya, yaitu sesuai harapan dan cita-cita para pendiri dan rakyat Talaud pada umumnya.

(2). MENGHARGAI NILAI-NILAI LUHUR BUDAYA TALAUD.

Tantangan dan pengumuman masyarakat Talaud dewasa ini tentu sangat kompleks dan mendasar. Tidak hanya berkaitan dengan bidang pembangunan infrastruktur seperti, jalan, jembatan, pelabuhan, pendidikan, SDM, kesehatan, pariwisata, jaringan telekomunikasi, perikanan, pertanian, dsb. Namun juga berkaitan dengan pembangunan nilai-nilai sosial budaya, berbagai kearifan lokal, spiritualitas serta penegasan identitas kultural masyarakat Talaud yang tinggal di bumi Porodisa.

Kabupaten kepulauan Talaud seperti halnya masyarakat di daerah lain, juga memiliki nilai-nilai budaya yang luhur, yang selalu dihargai dan dihormati sejak dulu secara turun temurun, baik oleh para tetua maupun masyarakat Talaud pada umumnya. Namun identitas kultural tsb, mulai tergilas oleh budaya yang datang dari luar, dibawa oleh agen-agen modernisasi, maupun yang diperkenalkan oleh pihak-pihak tertentu, dimana nilai-nilai baru tsb, seperti nampak dalam gaya hidup (life style) individualisme (mementingkan diri sendiri), materialisme (memperilah materi, kekayaan), konsumerisme, dll, yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya luhur masyarakat Talaud, yang sangat menghargai untuk (solidaritas), kerjasama, saling menghormati satu dengan yang lain, terutama yang tua, menghargai norma kesusilaan, adatu istiadat, utamanya tata nilai pergaulan pria dan wanita. Sehingga jika nilai-nilai luhur ini tidak dihormati, ditegakkan dan dilestarikan, maka rakyat di bumi Porodisa suatu saat akan kehilangan identitas dan jatidirinya sebagai “orang Talaud”.

Pemimpin Talaud kedepan harus mampu memahami dan menghargai nilai-nilai budaya luhur Yogyakarta Talaud tsb.

(3). MEMILIKI ETIKA, MORAL DAN INTEGRITAS YANG TINGGI.

Seorang pemimpin tidak cukup hanya memahami dan menguasai persoalan dan tantangan serta pergumulan pembangunan masyarakat yang hadapi oleh masyarakat di bumi Porodisa tsb. Tetapi juga harus memiliki etika, moralitas dan integritas. Kualitas kepribadian serta karakter yang terpuji akan sangat menentukan sepak terjang seorang pemimpin Talaud kedepan. Dia akan mendapat kepercayaan masyarakatnya yang dipimpinnya jika dapat diteladani. Mereka akan menaruh harapan besar kepadanya untuk dapat membawa perubahan, kemajuan dan kesejahteraan. Tanpa etika dan moralitas serta integritas pribadi tang baik, seorang pemimpin akan bertindak sembrono dan sesuka hatinya, akan mengejar kekayaan (memperkaya diri), serta hanya mengejar kekuasaan/ambisi pribadi dan kelompoknya, bahkan bisa mengorbankan hak-hak orang lain, sehingga tidak mampu lagi melihat penderitaan rakyat dan orang yang dipimpinnya.

Pemimpin yang tidak beretika, akan cenderung melakukan eksploitasi dan intimidasi kepada bawahan-nya dan bukan tidak mungkin akan memperbudak rakyat yang dipimpinnya. Dia akan menjadi sangat otoriter karena tidak bisa lagi dikontrol oleh orang lain. Dia akan melakukan intimidasi, menakut-nakuti terhadap bawahannya, bila tidak mengikuti keinginannya.

Namun apabila seorang pemimpin memiliki etika, moralitas dan integritas, maka ia akan mendahulukan kepentingan umum dan kebijakannya akan selalu pro-rakyat, terutamat mereka yang terkecil. Pemimpin seperti ini akan siap berkorban bagi orang yang dipimpinnya, karena dia tahu bahwa tanpa rakyat dia tidak bisa berbuat apa-apa. Pemimpin yang tahu memahami kebutuhan rakyat yang dipimpinnya. Dan pemimpin-pemimpin seperti ini biasanya lahir dan dibesarkan dari rahim rakyat yang tinggal di daerah perbatasan di bumi Porodisa tsb.

Demikian beberapa catatan yang bisa dibuat untuk memberikan kontribusi bagi penyelenggaraan Pilkada khususnya di bumi Porodisa, kabupaten Talaud tercinta.Ungkap Ketum Sinode GERMITA Pdt Dr Arnold A.Abbas M,Th. //Amir Pontoh Wakorwil ID Timur.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *