TNI Lanjutkan Evakuasi Korban Longsor Cisarua Masih Berlangsung Intensif

MediaSuaraMabes, Bandung Barat – Kegiatan evakuasi dan pencarian korban bencana tanah longsor di wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus dilanjutkan oleh prajurit TNI bersama unsur gabungan hingga Minggu (01/02/2026). Penanganan dipusatkan di area terdampak dan Puskesmas Pasirlangu sebagai titik layanan medis dan pendataan korban.

Berdasarkan laporan perkembangan terbaru, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah sehingga mendukung kelancaran proses evakuasi. Data sementara mencatat sekitar 48 unit rumah tertimbun longsor dengan jumlah warga terdampak sekitar 51 Kepala Keluarga atau kurang lebih 158 orang.

Dari jumlah tersebut, 78 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat dan saat ini dievakuasi ke Kantor Desa Pasirlangu untuk mendapatkan penanganan serta bantuan lanjutan. Data sementara korban meninggal dunia (MD) sipil tercatat 71 orang. Sebagian korban telah teridentifikasi, sedangkan sekitar 30 orang lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim gabungan. Hingga kini, 9 orang masih dinyatakan belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

Rentang area longsor dari titik atas hingga ke bawah diperkirakan mencapai kurang lebih 2 kilometer, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan dalam melakukan penyisiran material dan pencarian korban.

Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin Abdillah menyampaikan bahwa TNI bersama seluruh unsur terkait terus memaksimalkan upaya pencarian dan evakuasi.

“Personel TNI bersama Polri, BPBD, tenaga kesehatan, dan relawan masih bekerja intensif di lokasi. Fokus kami adalah menemukan seluruh korban yang belum ditemukan, mempercepat proses identifikasi, serta memastikan para penyintas mendapatkan penanganan dan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Kapendam.

Pendataan dan pencocokan identitas korban masih terus berlangsung dan akan diperbarui secara berkala sesuai perkembangan di lapangan. TNI menegaskan akan terus mengerahkan personel dan dukungan perlengkapan sampai seluruh proses evakuasi dan penanganan korban dapat diselesaikan secara optimal.

(arfMSM).

Related posts