MediaSuaraMabes, Bandung Barat – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, Mitra Binaan UBP Saguling melalui Koperasi Produsen Kenangan Motekar Bersama (Koperasi Kemosa) melaksanakan kegiatan Launching Program Penanganan Stunting Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Acara launching tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Desa Rajamandala Kulon Bpk. Alit Nurmasnyah, Ketua Koperasi Kemosa Ibu Yeyet Kurniawati, perwakilan UPT KB Ibu Nani Rohayani, serta perwakilan dari PLN Indonesia Power UBP Saguling, Wildan Haris Mustofa selaku Officer Comdev.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Koperasi Kemosa yang menyampaikan komitmen koperasi dalam mendukung upaya penanganan stunting melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Selanjutnya, Kepala Desa Rajamandala Kulon menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menilai bahwa program tersebut merupakan wujud kolaborasi yang baik antara masyarakat, pemerintah desa, dan mitra binaan dalam menjawab tantangan kesehatan di lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan UPT KB menekankan pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting. Melalui edukasi yang berkelanjutan, pemenuhan gizi yang seimbang, serta pendampingan kepada keluarga, diharapkan kasus stunting dapat ditekan secara signifikan.
Perwakilan UBP Saguling juga menyampaikan dukungannya terhadap program ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Sinergi antar berbagai pihak diharapkan mampu mendorong terwujudnya lingkungan yang bebas dari stunting di masa mendatang.
Kegiatan diakhiri dengan penutup serta harapan bersama agar Program Penanganan Stunting Tahun 2026 dapat berjalan secara optimal, memberikan dampak positif yang berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Desa Rajamandala Kulon.
(Firman/Red)
