Dugaan Penyimpangan Proyek Cleaning Service RSUZA, Media Suara Mabes Minta Penegak Hukum Bertindak

banner 468x60

Banda Aceh – Media Suara Mabes mengungkap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek jasa cleaning service di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUZA) Aceh dengan nilai anggaran mencapai Rp22 miliar.

Berdasarkan hasil investigasi awal, terdapat indikasi ketidaksesuaian dalam proses penetapan pemenang tender yang diduga melibatkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) berinisial M.M. serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) berinisial A.

Dalam keterangannya kepada awak media, PPTK A mengaku tidak mengetahui secara rinci terkait dugaan kesalahan administrasi pada perusahaan pemenang, PT Hidro Jaya Abadi.

“Saya tidak tahu terkait kesalahan administrasi tersebut. Saat itu saya sedang pulang kampung. Ketika kembali, pemenang sudah ditetapkan oleh KPA,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Media Suara Mabes wilayah Aceh, Hanafiah, menyampaikan keprihatinannya atas dugaan praktik tidak wajar dalam proyek tersebut. Ia menegaskan agar aparat penegak hukum tidak menutup mata jika terbukti ada pelanggaran.

“Kami meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan ini. Jika ada pihak yang mencoba membekingi, kami akan melaporkannya ke Mabes Polri,” tegas Hanafiah.

Hanafiah juga mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh untuk memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait, khususnya KPA yang bertanggung jawab atas paket pekerjaan tersebut.

Selain itu, muncul dugaan adanya aliran dana tidak resmi dalam proyek tersebut dengan nilai mencapai miliaran rupiah dalam kurun waktu 2024 hingga 2026. Namun, hingga saat ini, informasi tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Tak hanya itu, dugaan penyimpangan ini juga disebut berdampak pada para pekerja cleaning service. Beberapa di antaranya diduga tidak menerima upah sesuai ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Media Suara Mabes menilai, jika dugaan ini benar, maka hal tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak pada kualitas pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUZA serta KPA yang disebutkan belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.

Media Suara Mabes akan terus berupaya melakukan konfirmasi dan penelusuran lebih lanjut guna memastikan keberimbangan informasi.

(Hanafiah)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *