APPRODI Gelar Konferensi Nasional Produktivitas 2026, Dorong Akselerasi Menuju Indonesia Emas 2045

banner 468x60

MediaSuaraMabes, Jakarta – Asosiasi Profesi Produktivitas Indonesia (APPRODI) menggelar Konferensi Nasional Produktivitas (Konaspro) 2026 yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru periode 2026–2031. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid (luring dan daring) dengan partisipasi sekitar 400 peserta dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum APPRODI dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan produktivitas merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Produktivitas harus ditempatkan sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi (engine of economic growth). Kita perlu menggeser strategi pembangunan dari berbasis input (input driven) menjadi berbasis produktivitas (productivity driven),” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting dari pemerintah, dunia usaha, organisasi pekerja, hingga mitra internasional, di antaranya perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan, Ketua Umum APINDO, Sekjen Asian Productivity Organization (APO), serta perwakilan asosiasi industri dan akademisi.

Dalam laporan kinerjanya, Ketua Umum APPRODI menyampaikan bahwa selama lima tahun pertama, organisasi telah memiliki sekitar 1.500 anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan kepengurusan daerah di empat provinsi dan dua kabupaten/kota.

Berbagai program telah dijalankan, meliputi pengembangan kompetensi SDM berbasis produktivitas, layanan konsultansi, pengukuran produktivitas, hingga penyelenggaraan webinar, diskusi, dan penerbitan jurnal serta buku ilmiah. Kegiatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi.

Ke depan, APPRODI berkomitmen menjalankan delapan program strategis, antara lain pengembangan SDM produktif, penguatan budaya kerja, inovasi teknologi, hingga penguatan sistem manajemen produktivitas.

Selain itu, APPRODI juga menegaskan dukungannya terhadap implementasi Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2023 tentang Lembaga Produktivitas Nasional (LPN), sebagai landasan percepatan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS).

“Jika gerakan ini dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen bukan hal yang mustahil,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, APPRODI juga menyampaikan lima rekomendasi prioritas untuk pemerintah, yakni menjadikan produktivitas sebagai indikator utama pembangunan, mendorong deklarasi nasional gerakan produktivitas, memperkuat kelembagaan produktivitas, mengembangkan sistem pengupahan berbasis produktivitas, serta membangun budaya produktif di masyarakat.

Menutup sambutannya, Ketua Umum APPRODI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam meningkatkan produktivitas nasional.

“Marilah kita berkomitmen bersama untuk memproduktifkan Indonesia demi masa depan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Konferensi ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong peningkatan produktivitas nasional secara berkelanjutan.

(Indra SKB – John Tobing)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *